Abdul Mu’ti - 10 Kebaikan Warga Muhammadiyah Hingga Tak Kehabisan Stamina Berkarya

PCMgerokgak.com – Muhammadiyah itu tidak pernah kehilangan stamina, demikian pernyataan DR Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah saat menyampaikan materinya pada konferensi Internasional di dome theater Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (23/9/17)


Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa stamina itu selalu ada karena banyaknya sifat baik yang dimiliki orang Muhammadiyah, diantaranya adalah : 

1. Egaliter yang sangat mendukung adanya kesetaraan.

2. Amanah. “Ini yang sangat luar biasa yang ada pada orang Muhammadiyah, karena saking amanahnya sampai-sampai parkir dua ribu aja dimintai nota,” canda Mu’ti yang diikuti geerrrr hadirin.

3. Kreatif, orang Muhammadiyah itu tidak akan berhenti berkarya. 

4. Inovatif, kaya akan gagasan dan ide-ide cerdas.

5. Suka bekerja keras. “Kalau ada pimpinan yang tidak mau bekerja itu, berarti diragukan ideologinya, Muhammadiyah apa tidak,” ujar Mu’ti yang lagi-lagi disambut geerrrr peserta konferensi.

6. Sederhana. Mu’ti mengajak untuk melihat para tokoh Muhammadiyah seperti AR Fakhruddin, Azar Basyir, Muhadjir Effendy juga rektor UMM saat ini, semua sangat sederhana. “Ada kebersahajaan pada diri mereka, mereka tidak pakai mobil Alpard tapi Alfatiha,” jelasnya.

“Pak Fauzan (rektor UMM sekarang) itu sebenarnya bisa menjadwal batik apa yang harus dipakai dalam setiap acara, itu sangat bisa kalau melihat kekayaan UMM, tapi tidak dilakukan karena kesederhanaannya itu,” lanjut Mu’ti.

7. Berorientasi ke masa depan. “Buktinya untuk menetapkan idul fitri 20 tahun lagi Muhammadiyah sudah bisa.”

8. Open minded, sehingga kalau berbicara tidak jauh dari MKCH, beda dengan mereka yang tidak open minded, mereka hanya bicara soal MCK saja. Lagi-lagi peserta dibuat tertawa.

9. Suka berderma, Mu’ti mencontohkan seorang janda yang membangun MBS dengan total nilai 5 milyar hanya diselesaikan sendiri . Dan yang 

10. Berani mengambil resiko.

Nah itulah sifat-sifat yang harus dimiliki orang Muhammadiyah, dan untuk menjadi pimpinan harus mempunyai kompetensi spiritual, kompetensi sosial , kompetensi personal, kemampuan akademik, Kemampuan literasi dan yang terpenting adalah kreatif. Mu’ti menegaskan bahwa kreatif itu bisa diajarkan dan dibiasakan.

Tak lupa, Mukti juga mengkritisi persoalan bangsa bahwa saat ini sebagian mental masyarakat Indonesia itu sangat memprihatinkan. “Coba bayangkan untuk menjadi pemimpin saat ini bukan persoalan kredibilitas yang dibutuhkan melainkan apa isi tasnya,” sindir Mukti yang disambut gerr peserta.

“Sistem demokrasi kita ini cash and carry, artinya kalau ada cash ya carried (dibawah),” gurau Mukti. (Pwmu.co-Uzlifah)


EmoticonEmoticon