Ali Susanto : Milad Muhammadiyah 105 Bali Sebagai Momentum Bermuhasabah

PCMgerokgak.com - Pada Perayaan resepsi Milad Muhammadiyah 105 Bali oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali, yang tempat pelaksanaanya  di Kabupaten Buleleng. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Buleleng yaitu Bapak M. Ali Susanto,M.Pd menyampaikan sambutannya  bahwa, mengapa Milad Muhammadiyah 105 Bali, baru pertama kali di selenggarakan di luar Ibu Kota Provinsi Bali yaitu Kota Buleleng, karena salah satu pertimbangannya yaitu PDM Buleleng dianggap yang paling dinamis dalam gerakan bermuhammadiyahnya.

milad muhammadiyah 105 bali
 M.Ali Susanto,M.Pd Ketua PDM Buleleng - Bintang PCMgerokgak

Acara tersebut diikuti kader-kader Muhammadiyah dari seluruh Bali. Sebelum acara resepsi milad, pada pagi hari telah di buka dengan pagelaran Pawai Ta'aruf yang diikuti ribuan kader dan simpatisan Muhammadiyah se Bali, yang dilepas oleh DPR RI Bapak Dr. Ir. I Wayan Koster, MM.

Ali Susanto mengatakan, sebagai insan Muhammadiyah tentunya kita tidak cukup hanya mengucapkan selamat Milad Muhammadiyah ke 105, lebih dari pada itu Milad Muhammadiyah kali ini bisa kita jadikan momentum untuk bermuhasabah dengan meruntun amal -amal intiqad', self correction, agar menemukan kelemahan dan kekurangan diri, lalu menuntun untuk melakukan usaha - usaha muaqobah, menghukum, menyesali kesalahan, dan apa-apa yang menjadi kekurangan kita.

Ditekankannya, upaya ini khususnya untuk Keluarga Besar Muhammadiyah Bali, untuk dilanjutkan dengan muhasabah melakukan perbaikan diri serta mujahadah, bersungguh-sungguh membangun dan memelihara komitmen kita didalam ber Muhammadiyah.
Terkait momentum bermuhasabah setidaknya dengan merayakan Milad Muhammadiyah ini, bisa digunakan untuk merenung, tafakur....
Sudah seberapa besar keberMuhammadiyahhan kita selama ini....
Apakah diri kita ini telah memiliki pemahaman yang mendalam, utuh, lurus, dan benar mengenal muhammadiyah dan bermuhammadiyah....
Apakah pemahaman itu telah dapat kita wujudkan dalam bentuk sikap, tindakan, dan kebiasaan kita sehari-hari....
Apakah kebiasaan-kebiasaan itu dengan istiqomah kemudian kita miliki....
Tentunya kita harus senantiasa pelihara dan tegakkan, dengan tidak mengenal ruang dan waktu.
Apakah kita selaku warga muhammadiyah telah melalui sisa-sisa kehidupan kita dengan nilai-nilai kemuhammadiyahan dan membentuk kepribadian kita, sudahkah jalan hidup yang kita lalui sesuai dengan karakter dan jadi diri insani bermuhammadiyah, sebagai sosok pengikut Muhammad Rasulullah SAW. Perjalanan Muhammadiyah sudah tidak bisa dikatakan baru, oleh karena itu harusnya sudah dapat menuntun kita pada proses pendewasaan yang semestinya.

milad muhammadiyah 105 bali

Milad Muhammadiyah 105 Bali jelas Ali Susanto selaku Ketua PDM Buleleng, merupakan Milad dengan format desain yang baru, dimana Milad kali ini diawali dengan penyelenggaraan Tablig akbar, supaya akan menjadi ingatan bahwa ciri Muhammadiyah adalah mengajak, bertablig kepada mereka yang sudah ber Islam khususnya untuk lebih dekat dan untuk lebih mengenal agama.

Nyawa kegiatan tablig ini adalah menjadi ciri utama, bahkan ciri fundamental dari gerakan Muhammadiyah, semoga semangat milad ini dapat menjadi inspirasi kita semua khususnya warga Muhammadiyah untuk memelihara tradisi dan kultur, untuk senang mengajak siapapun kepada jalan kebaikan. Tentunya ajakan kita harus terlebih dahulu kita yang mempraktekkannya, jangan sampai kita hanya pandai berucap, apa lagi hanya pandai mengkritisi siapa dan apa saja, padahal kita kita masih belum berbuat apa-apa. tegas Ali

Bagi warga Muhammadiyah, kebersamaan kali ini membawa semangat baru, bahwa kita tidak sendiri, kita tidak sedikit, bahkan Muhammadiyah Bali bisa berbuat lebih banyak lagi untuk kemaslahatan dan kebaikan-kebaikan berikutnya.


EmoticonEmoticon